Polisi benarkan pembakaran mobil di Medan karena gerebek judi

Polda Sumut akhirnya angkat bicara seputar kasus pembakaran dua orang penumpang bersama mobil Toyota Kijang Innova yang mereka naiki di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Minggu (26/2) malam. Korban menjadi amuk massa karena melakukan penggerebekan lokasi perjudian poker terpercaya.

“Mereka mengejar TO (target operasi) perjudian di Kutalimbaru, namun memang ada info bahwa mereka juga mengejar pelaku penggelapan mobil rental,” terang Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Raden Heru Prakoso, di Medan, Senin (27/2).

Namun, Heru tidak memberi konfirmasi soal keabsahan penggerebekan itu. Padahal, sumber di Polda Sumut menyatakan bahwa penggerebekan yang dilakukan kelima orang itu ilegal. “Tidak ada perintah penggerebekan,” sebut sumber di Polda Sumut yang tak ingin disebutkan namanya itu.

Lebih jauh Heru memaparkan, mobil Kijang Innova yang dibakar itu semula berisi lima orang. Kelimanya adalah Christian Marco Siregar (24) dan Jefri Richardo Sitorus (24), Brigadir Asep, MMP, dan BE. Brigadir Asep adalah personel Direktorat Reserse Umum Polda Sumut.

Sementara itu, beredar informasi bahwa MMP dan BE adalah anggota TNI. Namun, hal ini dibantah Heru. “(Jefri) Ricardo dan BE diduga sebagai anggota BIN. MMP kita duga informan,” sebut Heru.

Heru menceritakan kronologi pembakaran Minggu malam itu. Menurut Heru. setiba di lokasi judi di Simpang Gelugur, Kecamatan Pancur Baru, Kabupaten Deli Serdang, lima orang yang menumpang mobil Kijang Innova itu turun dari mobil dan akan melakukan penangkapan.

“Namun, mereka mendapat perlawanan dan diteriaki sebagai maling,” ucap Heru.

Kalah jumlah denga massa, kelima orang ini mundur dan kembali naik ke mobil. Mereka melarikan diri. Namun, warga tetap mengejar.

“Jumlah pengejarnya sekitar 10 sepeda motor,” papar Heru.

Akhirnya, mobil Kijang Innova terjebak di Desa Lau Bakeri, tepatnya di sekitar Perumahan Bumi Tuntungan Sejahtera. Mobil berhenti, massa yang semakin ramai memaksa mereka keluar. Amuk massa tak terelakkan. MMP dan BE berhasil melarikan diri ke hutan. Sementara itu, Christian, Jefri, dan Brigadir Asep terus dihajar warga.

Saat dipukuli, Brigadir Asep mengaku sebagai polisi. Dia pun diselamatkan kepala desa yang kemudian membawanya ke Polsek Kutalimbaru. Sementara itu, Christian dan Jefri terus dihajar hingga akhirnya dibakar di dalam mobilnya. Keduanya tewas terpanggang.

Beberapa waktu berselang, petugas yang diperbantukan dari Polresta Medan berhasil mengamankan situasi. MMP dan BE pun dicari dan ditemukan. Bersama Brigadir Asep, mereka dievakuasi ke Polresta Medan.

“Mereka masih berstatus saksi. Dari pihak masyarakat juga belum ada yang jadi tersangka. Kita masih melakukan penyelidikan,” sebut Heru.

Sementara itu, rongsokan mobil yang terbakar juga dievakuasi ke Polresta Medan. Sedangkan jenazah kedua korban dibawa ke RSUP H Adam Malik Medan.

Polisi tangkap 6 pelaku judi online di Pasar Minggu

Petugas Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu (29/2), menangkap enam orang tersangka perjudian poker online online di sebuah rumah di Jl Jati Raya No 72 RT 08/10, Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sementara, pemilik rumah yang diketahui berinisial RH hingga saat ini masih buron.

“29 Februari jam 10.00 WIB, reserse Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menangkap perjudian online melalui jaringan internet. Pemilik, RH, 51 tahun masih dalam pencarian,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (3/3).

Enam orang tersangka tersebut, menurutnya, adalah, LAS (24), RC (22), OPP (21), Eka (21), ST (22), dan NN (18). Mereka dikenakan pasal 303 KUH Pidana jo UU No 7 Tahun 1974 tentang perjudian, dengan ancaman pidana 10 tahun.

Turut diamankan petugas, tujuh set kompi, enam wireless, tiga modem smartfren, tiga key BCA token dan key mandiri. tiga kalkulator, satu HP Nokia.

Menurutnya, praktek perjudian online tersebut telah dua tahun berjalan. Anggotanya pun sudah mencapai 22000 member, yang berasal dari dalam dan luar negeri.

“Sudah dua tahun, member 22000-an,” kata dia.

Rossi Kini Bergantung Cuaca

Kesiapan Valentino Rossi menghadapi MotoGP Australia dipertanyakan. Baru kembali setelah cedera, Rossi mengalami crash di Sirkuit Motegi.

Namun Rossi mengaku dalam kondisi terbaik untuk melakoni balapan. Rangkaian balapan di Phillip Island bakal digelar mulai hari ini.

“Saya tiba di Australia setelah balapan yang rumit, tapi saya dalam kondisi baik karena ingin bekerja dengan cara terbaik bersama tim saya dan mengatasi masalah yang kami dapat di Jepang secepat mungkin,” ujar Rossi.

Rossi Kini Bergantung Cuaca

The Doctor berharap cuaca mendukung untuk melakoni balapan nanti. Rider Movistar Yamaha itu memang tidak bisa tampil maksimal dengan lintasan basah.

“Phillip Island adalah sirkuit yang sangat saya suka dan berharap cuaca akan dalam kondisi bagus untuk kami bekerja di kondisi kering,” ujarnya.

Rossi mengaku kondisinya cukup baik untuk menghadapi balapan nanti. Meski mengalami kecelakaan hebat di Jepang, pebalap asal Italia tersebut merasa siap untuk tampil mengesankan.

Sembilan kali juara dunia itu punya rekor bagus di Australia. Ia menjadi pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak bersama Casey Stoner dengan enam podium juara.

Pedrosa: Ingat Jalanan Bukan Untuk Balapan

Dani Pedrosa dan Marc Marquez beberapa waktu lalu datang ke Jakarta untuk melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya berjumpa dengan siswa di salah satu sekolah di kawasan Tangerang.

Rider Repsol Honda tersebut ternyata tahu benar kondisi yang ada di Jakarta saat ini. Terutama makin maraknya balapan jalanan.

“Bagi para pengendara motor yang memiliki adrenalin tinggi untuk ngebut harus selalu diingat bahwa jalanan bukan tempat untuk melakukan hal tersebut,” ujar Pedrosa.

Pedrosa: Ingat Jalanan Bukan Untuk Balapan

Pedrosa mengatakan bahwa jalanan dibuat tidak untuk balapan. Apalagi banyak penggunanya dari berbagai usia.

“Jadi jangan ngebut di jalan dan gunakan fasilitas umum dengan semestinya,” tutur rider asal Spanyol itu.

Hari ini Pedrosa dan Marquez sepertinya sedang bersiap melakoni latihan bebas di MotoGP Australia. Balapan di Sirkuit Phillip Island tersebut bakal digelar pada hari Minggu mendatang.

Polisi Tangkap Perempuan Penjudi Online di Pluit

Tim Polda Metro Jaya menangkap perempuan berinisial A (35) terkait kasus perjudian poker terpercaya. Pelaku bisa meraup untung sebesar Rp 50 juta per bulan dari judi.

“Keuntungan sekitar Rp 50 juta setiap bulannya,” kata Kanit V Resmob Polda Metro Jaya Kompol Ridwan R Soplanit dalam keterangannya, Jumat (8/9/2017).

Dalam melakukan aksinya, pelaku masuk ke situs-situs online, seperti www.javatoto.com dan www.hero4d.com. Uang yang dibayarkan dalam judi ini dikirim ke rekening yang bersangkutan.

“Tersangka lakukan permainan judi dengan gunakan fasilitas handphoneatau laptop dengan cara masuk melalui alamat situs-situs judi yang sudah tersedia di internet secara online, kemudian melakukan transaksi lewat rekening ataupun transfer online,” tutur Ridwan.

Judi online ini dimulai pada Oktober 2016. Pelaku lain yang terlibat dalam judi online ini masih dalam pengejaran.

“Sejak bulan Oktober 2016 sampai dengan bulan September 2017,” terang Ridwan.

A ditangkap di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Selasa (5/9) malam. Dia disangkakan Pasal 303 ayat 1 ke-3e KUHP dan/atau Pasal 303 bis ayat 1 KUHP tentang tindak pidana perjudian.

Polisi juga mengamankan barang bukti dalam kasus ini, yakni satu unit handphone, dua kartu ATM, dan dua buku tabungan.

Wanita di Kalbar Ini Jadi Agen Judi Online Beromzet Rp 2 Miliar

Direktorat Reskrimum Polda Kalimantan Barat (Kalbar) membongkar praktik judi pokerrepublik online yang berada di sebuah ruko di Jl Gts St Mahmud Gg Makmur Indah Blok C4, Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Praktik judi yang beroperasi selama 2 tahun ini memiliki omzet miliaran rupiah per bulan.

“Mereka sudah beroperasi selama dua tahun dengan omzetnya mencapai sekitar Rp 2 miliar per bulan,” kata Direktur Reskrimum Polda Kalbar Kombes Arief Rachman saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (16/1/2018).

Arief mengatakan kasus ini merupakan atensi Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono dalam program zero illegal. Penyidik memiliki informasi bahwa di ruko tersebut terjadi praktik judi online.

Pada Sabtu (13/1) malam lalu, polisi menggerebek ruko tersebut. Di lokasi itu, polisi menangkap seorang perempuan berinisial SL (36), yang berperan sebagai agen.

“Pelaku melakukan penampungan dan perekapan transaksi elektronik judi togel, dari para pemasang dan menyalurkan kembali dana tersebut ke pihak lain,” terang Arief.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku kerap membuang printout dari ATM dan menghapus nomor rekening bandar setelah selesai bertransaksi. Dia juga tidak mencatat rekapan dalam bentuk kertas ataupun buku.

“Sehingga seluruh transaksi berada dalam handphone sebagai sarana transaksi elektronik judi togel tersebut,” sambungnya.

Dalam satu hari operasi, transaksi judi online tersebut mencapai sekitar Rp 100 juta lebih.

“Perkiraan selama dua tahun omzetnya mencapai Rp 2 miliar,” jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti 2 unit handphone, ATM, 2 buku rekening tabungan dengan saldo total Rp 197.853.624, kalkulator, 1 lembar bukti pembayaran slip bank swasta, 1 unit key bank swasta, dan uang tunai Rp 10 juta.

“Kasus ini masih terus dikembangkan untuk membongkar jaringan perjudianonline ini,” tandas Arief.

Suara Pembaruan dan Seputar Indonesia Jadi Saksi

Sidang gugatan Raymond Teddy H, pria yang masih berstatus tersangka kasus perjudian poker terpercaya di Hotel Sultan tahun 2008, berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang masih mengagendakan keterangan saksi fakta dari wartawan.

Harian Suara Pembaruan (SP) dan Seputar Indonesia (Sindo) bersaksi untuk Detikcom dan Republika Online. Keduanya memberikan kesaksian seputar pemberitaan RM akhir Oktober 2008. Kala itu, RM ditulis sebagai bandar judi dengan sumber dari Mabes Polri.

\\\”Saya sudah mencoba konfirmasi ke RM. Tetapi kesulitan karena akses terbatas. Status RM tersangka buron jadi sulit,\\\” kata saksi dari SP, Gardi Gagarin di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera, Jakarta, Rabu (14\/4\/2010).

Nama RM dikeluarkan oleh Humas Mabes Polri. Dalam rilis yang diterima wartawan saat itu, inisial RM merupakan salah satu tersangka penjudi di Hotel Sultan. Selain RM, dibekuk pula 14 orang bersama alat bukti lengkap. Hanya saja, berbagai media menyebut nama panjang RM setelah mendapat konfirmasi dari polisi. Penyebutan itu yang membuat RM gerah dan menggugat 7 media.

\\\”Awalnya hanya RM. Kemudian saya tanya ke Wadir I Kombes Bahtiar Hamzah dan dibenarkan Kadiv Humas Abu Bakar, bahwa benar itu,\\\” imbuhnya.

Kesaksian serupa dibenarkan oleh Helmy Syarif dari Sindo. Menurutnya, penyebutan nama panjang RM setelah memperoleh konfirmasi dari pejabat berwenang. Kalaupun RM keberatan dikemudian hari, belum pernah ada hak jawab yang dilontarkan.

Sementara itu, status RM saat ini masih tersangka pada kasus judi Hotel Sultan. Pihak kejaksaan belum menghentikan kasus, sementara polisi belum menahan tersangka karena dianggap tidak akan melarikan diri.

\\\”Masih tsk (tersangka-red). Status tidak ditahan diperpanjang karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun dan tidak mencoba melarikan diri,\\\” tulis Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes Pol Zainuri Lubis kepada wartawan.

Kabareskrim: Berkas Raymond Segera Dikembalikan ke Kejaksaan

Setelah terkatung-katung selama lebih dari satu tahun, berkas tersangka kasus judi pokerrepublik di Hotel Sultan Raymond Teddy Horhoruw segera dilimpahkan kembali. Kabareskrim Polri Komjen Pol Ito Sumardi mengisyaratkan berkas Raymond segera dilimpahkan dalam pekan ini.

\\\”Sesegera mungkin,\\\” kata Ito saat ditanya wartawan kapan berkas Raymond akan dilimpahkan, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (22\/4\/2010).

\\\”Minggu ini?\\\” tanya wartawan. \\\”Ya, Insya Allah,\\\” jawab Ito.

Ito menjelaskan, berkas Raymond terus dikoordinasikan dengan Kejaksaan agar cepat dilimpahkan ke pengadilan. Sebab, berkas tersebut sudah dua tahun masih tertahan di penyidik.

\\\”Tunggu sabar, kita harus melihat apa yang sudah dilakukan oleh kita dan melihat P19 dari jaksa. Tentunya akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan,\\\” imbuh jenderal bintang tiga ini.

Sebelumnya, Kejaksaan meminta penyidik Polri agar mengembalikan BAP Raymond. Permintaan itu dilakukan mengingat lamanya penyempurnaan berkas Raymond. Raymond dijadikan tersangka oleh Mabes Polri pada Oktober 2008. Polri menjeratnya dengan pasal tindak pidana perjudian.

Belakangan, Raymond tidak terima terhadap pemberitaan sejumlah media tentang penggerebekan dan penangkapan para tersangka kasus judi di Hotel Sultan. Raymond merasa keberatan dengan pemberitaan yang menyebutnya sebagai bandar judi dan pihak penyelenggara. Padahal status tersangka itu dinyatakan oleh polisi.

Akhirnya, Raymond menggugat tujuh media dan kasus ini masih terus berlanjut di pengadilan. Tujuh media tersebut adalah Seputar Indonesia, Koran Sindo, Detikcom, Republika, Kompas, Suara Pembaruan, dan Warta Kota.

Polisi Sulit Berantas Situs Judi Online Sebap Operatornya Berada Luar Negeri

Praktik perjudian poker terpercaya di Indonesia marak terjadi. Namun sayangnya pihak kepolisian kesulitan untuk mengungkap hingga ke akarnya karena pusat perjudian berasal dari luar negeri yang di negaranya dilegalkan.

Hal itu diungkapkan Direktorat Tipideksus Polri, Wakabareskrim Brigjen Polisi Kamil Razak dalam jumpa pers usai Seminar Nasiomal Indonesia Cyber Crime Summit (ICCS) di Aula Timur ITB, Kamis (9/10/2014).

“Jadi judi online ini pusat perjudiannya di luar negeri. Di kita enggak ada, operatornya di negara lain,” ujar Kamil.

Hal itulah yang membuat polisi di Indonesia kesulitan untuk memblokir langsung situs-situs yang menyediakan judi online.

“Contoh saja waktu itu kita menangkap delapan orang pelaku judi online. Ternyata pusatnya di Filipina. Saat kami menelepon ke sana, mereka bilang itu legal di negara mereka. Jadi akhirnya kita bisa blokir di Indonesianya saja,” jelasnya.

Lebih lanjut Kamil mengatakan, di seluruh provinsi di Indonesia pasti ada yang melakukan praktik judi online. Biasanya kasus judi online marak terjadi pada musim sepak bola.

“Kasus judi online ini bagaimana kemampuan kita melacaknya. Biasanya kasus ini ramai terjadi saat kejuaraan sepakbola dunia,” tandasnya.

Perusahaan Money Changer yang Terseret Pusaran Judi Online

Perusahaan money changer PT SIV terseret pusaran judi pokerrepublik online. Setelah diadili, Dirut PT SIV Achmad Hakim (72) dihukum 120 hari penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut).

PT SIV mendapat izin dari Bank Indonesia (BI) pada 2007 untuk kantor di Jalan Samanhudi, Jakarta. Di kantor itu dikelola oleh dirinya sebagai dirut dan kedua anaknya sebagai komisaris dan direktur.

“Terdakwa mengakui bahwa kemungkinan ada sebagian kecil uang hasil perjudian yang masuk ke rekening terdakwa untuk membeli valas,” kata Achmad Hakim sebagaimana tertuang dalam putusan PN Jakut yang dilansir di website Mahkamah Agung (MA), Senin (10/11/2014).

Achmad Hakim lalu membuka kantor keduanya di Jalan Batu Tulis Raya dengan jumlah karyawan sebanyak 10 orang. Di kantor yang belum memiliki izin resmi itu juga digunakan untuk mess karyawan.

“Transaksi dalam satu bulan kurang lebih US $ 1 juta,” kata Achmad Hakim tanpa bisa menunjukan bukti transaksi tersebut.

Kepada majelis, Achamd Hakim mengaku tidak mengetahui pasti perjudian yang dituduhkannya. Lalu lintas uang di perusahannya dilakukan dengan cara transfer. Sebagai dirut, Achmad Hakim mengaku mendapat gaji tidak tetap tiap bulannya yaitu sekitar Rp 6 jutaan. Adapun karyawannya mendapat gaji tetap Rp 300 ribu dan mendapat upah tambahan tergantung shift dan seorang karyawan bisa membawa pulang sekitar Rp 10 juta per bulan.

PT VIS digerebek oleh tim penyidik dari Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri pada 25 Mei 2014. Turut diamankan pula karyawan PT SIV yaitu Stefanus Rocky, Marvin Tanjung, Fernandez, Judianto, April Yanti. Untuk lima karyawannya, PN Jakut menjatuhkan hukuman 50 hari penjara.

Perusahaan judi online ini berlangsung di www.mansion88.com yang berpusat di Filipina. Di kasus ini, dihukum juga pengelola lainnya yaitu Lucas dan Patrick dengan hukuman 4 bulan penjara.