Dipenjara Tiga Bulan, Ridho Rhoma Tambah Gemuk

Dipenjara Tiga Bulan, Ridho Rhoma Tambah GemukDipenjara Tiga Bulan, Ridho Rhoma Tambah Gemuk – Tiga bulan mendekam di penjara berpengaruh pada kondisi fisik penyanyi dangdut Ridho Rhoma. Saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, putra Raja Dangdut Rhoma Irama itu terlihat lebih gemuk. Memang saat ini setelah dia di Lapas badannya Ridho lebih gemukan , kata kuasa hukum Ridho Rhoma, Achmad Cholidi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa 12 September 2017. Ridho menghuni Lembaga Pemasyarakatan Salemba sejak awal Juni 2017, setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Cibubur.

Menurut Cholidi, berat badan Ridho bertambah karena kurangnya pengawasan dari pihak Lapas terkait aktivitas fisik Ridho. Kalau di Lapas kan tidak ada yang mengawasi, seperti pola makan, olahraga, tidak seperti di RSKO , kata Cholidi. Cholidi mengatakan secara umum kondisi Ridho baik-baik saja. “Saat ini dia tinggal di kamar yang baik walaupun di dalamnya di huni oleh lebih dari satu orang , kata Cholidi. Ridho Rhoma, bahkan tetap membuat lagu walaupun berada di balik sel.

Ridho secara fisik dan mental Alhamdulillah baik, bahkan nanti setelah keluarga dari Lapas dia akan membuat album dan kembali ke aktivitas normal, kata Cholidi. Ridho Rhoma, kata Cholidi, juga mendapat dukungan penuh dari keluarga. Terbukti banyak sanak kerabat yang hadir di setiap persidangan. Bahkan menurut Cholidi kedua orang tua Ridho masih bersyukur atas kasus yang menimpa anak mereka. Kedua Orang tua Ridho Rhoma tidak ada yang marah, justru mereka bersyukur karena ketahuannya masih dalam tahap rendah, apabila terlambat mungkin sudah menjadi mayat , kata Cholidi.

Motif Pembunuhan Pasutri Pengusaha Garmen

Motif Pembunuhan Pasutri Pengusaha GarmenMotif Pembunuhan Pasutri Pengusaha Garmen – Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis mengatakan motif pelaku membunuh suami istri pengusaha garmen, Zakaria Husni dan Zakiya Masrur, adalah untuk menguasai harta korban. “Dia ingin menguasai harta pasangan suami istri ini,” kata Idham di Polda Metro Jaya, Rabu, 13 September 2017. Idham mengatakan, motif itu terlihat karena ada indikasi para tersangka mendapatkan puluhan jam mewah, uang, dan ponsel milik korban. Sampai saat ini, polisi telah menangkap tiga pelaku. Salah satunya adalah mantan sopir korban. Namun, Idham mengatakan ada kemungkinan pelakunya bertambah.

Untuk peran masing-masing tersangka, menurut Idham, masih dalam pengembangan di lapangan. Ia menuturkan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat ini sedang mengecek lokasi ditemukannya mayat pasangan suami istri pengusaha garmen itu. “Tim sudah sampai di Purbalingga,” ujarnya. Zakaria dan Zakiya ditemukan tewas di sungai Klawing dekat Dusun Penisihan, RT 001 RW 01, Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin, 11 September 2017. Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan.

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan bercak darah di dalam rumah pasangan suami istri pengusaha garmen yang berada di Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Selain bercak darah, barang-barang milik Zakaria dan Zakiya juga lenyap, seperti brankas dan mobil merk Toyora Altis perak dengan nomor polisi B-2161-SBE.