Para Pesepakbola Ini Pernah Alami Cidera Misterius

Di dunia sepak bola jangan heran deh kalo ngeliat sebuah klub yang enggak bertarung secara full team. Ya biasanya salah satu penyebabnya ialah cedera yang dialami oleh pemain inti mereka.

Biasanya nih, cedera bisa terjadi karena dijegal, kelelahan, dan faktor ketidaksengajaan lainnya. Tapi ada juga kok cederanya justru terjadi di luar lapangan. Seperti yang dialami oleh kiper Arema FC, Kurnia Meiga.

Kurnia dikabarkan mengalami cedera yang sangat misterius. Sampai-sampai dia sempat diisukan terancam buta. Walaupun akhirnya dibantah oleh pihak keluarganya, tapi penyakit dan penyebabnya sampai saat ini belum diketahui nih.

Nah, selain Kurnia ternyata ada juga loh pemain sepak bola kelas dunia yang pernah mengalami cedera misterius. Siapa aja kah mereka? liat aja di bawah ini bro.

 

Ronaldo

Para Pesepakbola Ini Pernah Alami Cidera Misterius

Beberapa jam sebelum kick off Piala Dunia 1998, Ronaldo sempat mengalami penyakit secara misterius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Tapi nih, Ronaldo itu bangkit kembali menjelang kick-off di Stade de France.

Sampai sekarang belum diketahui secara pasti nih apa penyebab Ronaldo sampai dilarikan ke rumah sakit. Ada beberapa media yang bilang kalo Ronaldo mengalami gangguan saraf tapi ada juga yang bilang kalo Ronaldo seminggu sebelum final, ngalamin nervous secara berlebihan.

 

Gareth Bale

Para Pesepakbola Ini Pernah Alami Cidera Misterius

Salah satu pemain andalan Real Madrid ini pernah mengalami rasa sakit yang misterius. Tapi, rasa sakitnya itu enggak dialami saat dia bermain sepak bola. Cederanya terjadi saat dia bermain golf.

Bale sempat bermain di sebuah turnamen golf, Open de Espana, di Finca Cortesín dan La Reserva selama hampir dua putaran. Nah katanya karena itulah dia cedera. Tapi kabar itu ditepis oleh sang pelatih Zinedine Zidane, namun hal terebut benar adanya. Soalnya postingan foto Sergio Garcia bersama Bale di kompetisi golf tersebut bocor bro.

 

Lionel Messi

Para Pesepakbola Ini Pernah Alami Cidera Misterius

Messi pernah mengalami cedera misterius menjelang latihan bersama Timnas Argentina. Sampai-sampai saat itu Messi enggak bisa memakai sepatunya sendiri. Messi menjalani proses pemulihan dengan baik. Tapi bro, messi enggak bisa nih memakai sepatunya untuk berlatih. Katanya sih Messi mengalami cedera yang cukup misterius, karena enggak ada penjelasan yang pasti dari pihak Timnas Argentina maupun Barcelona.

 

Mario Gotze

Para Pesepakbola Ini Pernah Alami Cidera Misterius

Gelandang Borussia Dortmund ini juga pernah mengalami hal yang sama. Doi memang langganan banget cedera, tapi kali ini dia mengalami masalah pada metabolisnya. Borussai Dortmund memberi kabar kalo Gotze bakal absen dalam latihan dengan “metabolic disorder” atau gangguan metabolis. Pihak Dortmund juga berterimakasih kepada pihak medis telah menemukan permasalahan yang selama ini ada pada Gotze.

Indonesia Siap Gelar MotoGP 2019

Indonesia kembali berpeluang menjadi tuan rumah MotoGP. Setelah sempat gagal, Indonesia kembali punya untuk mewujudkan impiannya pada musim 2019.

Hal tersebut diungkapkan oleh arsitek sirkuit dunia, Herman Tilke. Menurutnya Sirkuit Jakabaring yang terletak di Palembang sangat berpeluang dilirik oleh Dorna selaku penyelenggara.

“Entah ini bisa terjadi pada 2019 atau 2020. Saat ini saya belum bisa mengatakannya. Tapi sebagai pihak pembangun, kami realistis pada 2019,” ucap Tilke.

Indonesia Siap Gelar MotoGP 2019

Sebelumnya pemerintah berencana menggelar MotoGP di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Namun berbagai persoalan menghambat rencana itu.

Sebenarnya Indonesia juga berhasrat menggelar balapan kelas dunia itu musim depan. Namun posisinya sudah tergantikan oleh Thailand yang resmi menggelar kalender MotoGP.

Jika nantinya terpilih, Indonesia bisa sejajar juga dengan Thailand, Jepang dan Malaysia.

“Saya hanya bisa mengatakan statusnya sekarang: pada saat ini aman. Orang-orang Indonesia telah bernegosiasi dengan kepala Dorna, tapi mereka masih belum menandatangani kontrak,” tukas Tilke.

Rossi Sudah Siap Balapan Di Aragon?

Pemulihan cedera Valentino Rossi dikabarkan berlangsung lebih cepat daripada perkiraan dokter. The Doctor bahkan dijadwalkan menjalani tes privat di Sirkuit Misano untuk mengevaluasi kemungkinan comeback pada MotoGP Aragon.

Rossi dikabarkan akan turun ke lintasan di Misano Senin (18/9). Jika merasa mampu menggeber motor dengan baik dan merasakan feeling yang nyaman, Rossi bakal turun di Aragon.

Pemulihan cedera Rossi berlangsung di luar perkiraan karena berkembang cukup cepat. Sejauh ini Rossi bahkan sudah mampu menyetir mobil.

Rossi Sudah Siap Balapan Di Aragon?

Padahal dokter memperkirakan Rossi butuh memulihkan diri selama sekitar 30 hingga 40 hari sebelum bisa kembali ke lintasan. Rossi pernah mengalami cedera serupa pada 2010 dan butuh beristirahat selama 40 hari.

Sementara, di MotoGP Aragon, Movistar Yamaha sebelumnya telah menunjuk pembalap pengganti. Pilihan itu jatuh kepada rider Belanda, Van der Mark.

Rossi mengalami kecelakaan ketika latihan menggunakan motocross. Gara-gara itu, ia harus absen saat balapan di San Marino. Rossi pun kini tertinggal 42 poin dari Marc Marquez dan Andrea Dovizioso yang mengoleksi 199 poin yang sama.

De Boer Dipecat Terus, Mou: Udah Biasa Buat Manajer

Bagi seorang manajer, masalah dicut atau dipecat adalah hal biasa. Frank de Boer yang baru aja dipecat lagi pun memunculkan komentar pelatih MU, Jose Mourinho.

Masalahnya adalah nasib de Boer agak miris. Dia dipecat dua klub berbeda kurang dari 90 dari masa melatih.

Meneer satu ini dicut oleh Crystal Palace tak kurang dari empat laga yang loyo dan keok terus. Di Inter Milan sebelumnya de Boer juga menjalani masa manajer dengan waktu singkat pula.

De Boer Dipecat Terus, Mou: Udah Biasa Buat Manajer

Bagi Mourinho hal itu biasa. Ia juga mengingat bagaimana dia didepak Chelsea. Semua pelatih pasti pernah mengalaminya menurut Mou cepat atau lambat.

“Saya dipecat Chelsea sebagai seorang juara. Ranieri pun dipecat Leicester dengan situasi serupa. De Boer dipecat setelah melewati empat pertandingan. Menurut saya, sesuatu yang luar biasa akan kembali terjadi musim selanjutnya,” kata Mou di Express.

“Jadi, tidak ada yang membuat saya terkejut. Itulah dunia di mana kami berada. Itu merupakan dunia yang membuat kalian menikmati sekaligus berkontribusi mengenai tekanan yang melibatkan manajer sepakbola,” paparnya.

Menunggu Bukti Dari Egy Maulana Si Messi Indonesia

Di ajang Piala AFF U-18, Garuda Belia begitu beringas. Terakhir mereka membantai Filipina 9-0.

Dan bintangnya siapa lagi kalau bukan gelandang serang yang kini jadi winger Egy Maulana Vikri. Si nomor 10 timnas Garuda menjadi topskor.

Ketajaman dan pergerakannya sungguh luar biasa sepanjang ajang itu. Sesungguhnya ia bukanlah bertipe mesin gol, tapi dribling dan kehausan mencetak gol membuat Egy sangat ditakuti lawan.

Menanti Pembuktian Egy Maulana Si Messi Indonesia

Melawan Myanmar sebelumnya pemain Persab Brebes ini juga bikin gol. Kini pemain yang lahir di Medan ini disamakan dengan Lionel Messi.

Bukan julukan lebay sih. Karena kaki kiri dan gaya bermainnya memang mirip ditambah ada pengakuan dari pelatih Espanyol B, David Gallego Rodriguez saat timnya uji coba melawan Egy Cs.

Indonesia kala itu kalah 2-4 dari tim Catalan. Tapi Egy mencetak dua gol sensasional dan bikin bek Epanyol B kocar-kacir.

Disitulah Gallego melihat Egy memang mirip Messi. Tentu ke depan Egy tinggal membuktikan bahwa ia memang pantas disanding-sandingkan dengan membawa timnas Indonesia juara di AFF U-18.

“Menurut saya, Egy bermain seperti Lionel Messi karena bisa melewati beberapa pemain lawan. Egy menunjukkan permainan dan kualitas teknik yang sangat bagus,” kata Gallego menilai pemain berusia 17 tahun tersebut.

Tahu Nggak Bro? Nih Legenda Madrid yang Disebut Sebagai Tuhan

Ada legenda Real Madrid yang begitu dikagumi bek kiri Los Blancos saat ini, Marcelo. Dia adalah panutan, guru juga alasan mengapa bek Brasil ini bergabung dengan Real Madrid.

Bahkan Marcelo yang diboyong dari Fluminense pada 2007 itu menyebut pemain yang ia kagumi itu sebagai Tuhan. Pemain itu tak lain adalah Roberto Carlos, pemain andalan Madrid yang posnya sama persis dengan Marcelo.

Nggak heran, karena Carlos memang pernah menjadi bek sayap kelas wahid dengan segala kemampuan spesial yang ia miliki. Berbeda dengan bek sayap lainnya, Carlos juga punya tendangan mematikan yang sangat keras dari kaki kirinya.

Nih Legenda Madrid yang Disebut Sebagai Tuhan

Nggak jarang, tendangannya itu juga melengkung indah. Banana Kick atau tendangan pisang juga spesialisasi Roberto Carlos dari bola-bola mati.

Sudah begitu banyak gelar untuk Madrid ataupun timnas Samba dipersembahkan bek kecil berkepala plontos ini. Tak heran Marcelo begitu salut dan kagum akan seniornya.

“Bagi saya, Roberto Carlos merupakan Tuhan,” ucap Marcelo. Bisa bergabung ke tim yang sama dengan Roberto, di mana saya juga memiliki posisi yang sama, sulit untuk dipercaya,” ucap sohib Cristiano Ronaldo ini.

Pensiun Rooney Dari Timnas Tak Bisa Diganggu Gugat

Wayne Rooney sudah tak bisa diganggu gugat soal pensiun dari timnas Inggris. Ia mengaku keputusannya tak bisa diganggu gugat lagi.

Banyak pesepakbola top berubah pikiran ketika putuskan pensiun. Contohnya saja Lionel Messi yang kembali lagi ke timnas Tango. Penyerang Everton yang lama mengabdi untuk Manchester United ini sudah keukeuh tetap pada keputusannya mundur.

Pensiun Rooney Dari Timnas Tak Bisa Diganggu Gugat

“Aku sudah membuat keputusan. Aku sudah melihat berkali-kali di mana para pemain yang telah pensiun kembali bermain lagi dan tampil di berbagai turnamen, dan itu tidak benar,” paparnya pada Talksport

“Para pemain yang sekarang mencoba lolos ke Rusia, kalau mereka berhasil, mereka adalah pemain yang pantas bermain di turnamen itu. Jadi keputusanku sudah final,” bebernya.

Kini Wazza mencoba menjadi seorang suporter sejati untuk negaranya usai mengabdi sebagai penyerang The Three Lions sekaligus kapten tim.

“Aku akan menonton sebagai seorang suporter. Aku sudah menjelaskan di sepanjang karierku bahwa aku mencintai Inggris dan aku ingin Inggris tampil bagus dan hal tersebut akan terus begitu, meskipun aku tidak bermain,” urainya.

Saat Isco Disebut Lebih Hebat dari Messi

Italia dipermalukan Spanyol belum lama ini. Gelandang Isco Alarcon menunjukkan kehebatannya pada laga itu dengan permainan ajaib dan dua golnya di ajang menyambut Piala dunia 2018 itu.

Pergerakan playamaker Real Madrid ini terbilang menggila di laga itu. Bahkan jangkar jangkar berserta bek Italia sangat kerepotan lewat pergerakan eks pemain Malaga.

Bahkan bintang Italia yang bermain untuk PSG, Marco Verratti menyebut permainan Isco malam itu melewati Messi.

Saat Isco Disebut Lebih Hebat dari Messi

Verratti adalah playmaker yang cukup ditaklukkan seperti tanpa perlawanan oleh Isco sebagaimana dilansir ESPN. “Saya sangat menderita melawan Isco,” ungkap pemain Pescara.

“Saya terkejut dengan performanya. Bahkan Messi sekalipun tak mendekati levelnya itu,” tambahnya.

“Ketika saya melihat nutmeg-nya itu, saya justru merasa ingin bangun dan turut bertepuk tangan,” urainya.

Jorge Lorenzo Bakal Bantu Dovizioso

Sisa enam seri lagi MotoGP 2017 akan berakhir. Andrea Dovizioso kini menempati pemuncak klasemen sementara.

Melihat peluang rekannya meraih gelar juara dunia, Jorge Lorenzo pun siap membantu. Dovi memang butuh bantuan dari semua pihak untuk menjaga keunggulannya, apalagi ada ancaman besar dari Marc Marquez dan duo Movistar Yamaha.

“Kami belum berbicara soal ini. Tapi saya pikir kami harus mengevaluasi ini, tentu saja jika saya punya kesempatan untuk menang, saya akan berusaha mendapatkannya,” ungkap Lorenzo.

Lorenzo, Motogp

X-Fuera mengaku puas dengan performa Desmosedici GP17, apalagi setelah GP Austria. Ia mulai mencoba mengubah gaya balap untuk mendapat hasil maksimal.

“Aku sedikit mengubah cara membalapku kali ini, terutama dengan tarikan gasnya untuk menciptakan putaran yang lebih sedikit dan menjaga ketahanan ban lebih lama. Ini adalah satu-satunya hal yang berubah. Dan pada akhirnya aku sedikit memahami cara untuk menjaga daya tahan ban,” tuturnya.

Terakhir di GP Inggris, Lorenzo bisa finis di posisi kelima. Ia berharap bisa semakin kompetitif.

“Tentu saja ini adalah apa yang kuinginkan, tapi yang pertama aku perlu mendapatkan podium lebih banyak dan kalau kami bisa memenangi satu balapan maka tentu saja dengan hasil ini kami bisa menuju musim depan dengan lebih baik pula,” tukasnya.

Marquez Raja Engine Break

Marc Marquez gagal finis di Sirkuit Silverstone karena masalah mesin motornya. Sebelum itu, dalam gelaran MotoGP Inggris, Si Baby Alien memperlihatkan cara balap yang baru.

Jika sebelumnya, Marquez dikenal sebagai rider agresif, ia juga punya teknik tinggi. Beberapa kali kamera mendapati Marquez menikung menggunakan sikutnya.

Tak cuma lutut, Marquez menggunakan sikut tangannya untuk menahan motor karena kemiringan saat menikung. Engine break juga menjadi keandalannya dalam balapan.

Mayoritas pembalap menikung bisa sampai kemiringan 63 derajat. Namun dengan cara itu, Marquez bisa lebih menikung tajam dengan sudut yang sempit.

Cara ini pernah dipopulerkan oleh Kevin Schwantz pada era 90’an. Tapi Marquez melakukannya secara ekstrem.

“Saya teringat ketika pertama kali melakukannya. Itu sangat mengerikan. Bagi saya dia lebih gila,” kata Schwantz.

Marquez merupakan pembalap yang jarang menurunkan gigi rendah saat melahap tikungan. Tak seperti pembalap lainnya, ia memang menggodok kelebihannya itu dengan berbagai cara.

Marquez memperlihatkan teknik barunya di Silverstone untuk memperlambat laju motor di tikungan. Marquez terlihat menurunkan kaki ke aspal untuk membantu pengereman dari 230 km/jam hingga 75 km/jam.

“Sometimes you need help braking from 230 km/h to 75 km/h!!!” tulis akun MotoGP

Sometimes you need help braking from 230 km/h to 75 km/h!!!

Relive the #BritishGP OnDemand with VideoPass:
https://t.co/1bVU4LVbMq pic.twitter.com/WH6b8IjmIL

— MotoGP™ (@MotoGP) August 28, 2017