Tahu Nggak Bro? Nih Legenda Madrid yang Disebut Sebagai Tuhan

Ada legenda Real Madrid yang begitu dikagumi bek kiri Los Blancos saat ini, Marcelo. Dia adalah panutan, guru juga alasan mengapa bek Brasil ini bergabung dengan Real Madrid.

Bahkan Marcelo yang diboyong dari Fluminense pada 2007 itu menyebut pemain yang ia kagumi itu sebagai Tuhan. Pemain itu tak lain adalah Roberto Carlos, pemain andalan Madrid yang posnya sama persis dengan Marcelo.

Nggak heran, karena Carlos memang pernah menjadi bek sayap kelas wahid dengan segala kemampuan spesial yang ia miliki. Berbeda dengan bek sayap lainnya, Carlos juga punya tendangan mematikan yang sangat keras dari kaki kirinya.

Nih Legenda Madrid yang Disebut Sebagai Tuhan

Nggak jarang, tendangannya itu juga melengkung indah. Banana Kick atau tendangan pisang juga spesialisasi Roberto Carlos dari bola-bola mati.

Sudah begitu banyak gelar untuk Madrid ataupun timnas Samba dipersembahkan bek kecil berkepala plontos ini. Tak heran Marcelo begitu salut dan kagum akan seniornya.

“Bagi saya, Roberto Carlos merupakan Tuhan,” ucap Marcelo. Bisa bergabung ke tim yang sama dengan Roberto, di mana saya juga memiliki posisi yang sama, sulit untuk dipercaya,” ucap sohib Cristiano Ronaldo ini.

Pensiun Rooney Dari Timnas Tak Bisa Diganggu Gugat

Wayne Rooney sudah tak bisa diganggu gugat soal pensiun dari timnas Inggris. Ia mengaku keputusannya tak bisa diganggu gugat lagi.

Banyak pesepakbola top berubah pikiran ketika putuskan pensiun. Contohnya saja Lionel Messi yang kembali lagi ke timnas Tango. Penyerang Everton yang lama mengabdi untuk Manchester United ini sudah keukeuh tetap pada keputusannya mundur.

Pensiun Rooney Dari Timnas Tak Bisa Diganggu Gugat

“Aku sudah membuat keputusan. Aku sudah melihat berkali-kali di mana para pemain yang telah pensiun kembali bermain lagi dan tampil di berbagai turnamen, dan itu tidak benar,” paparnya pada Talksport

“Para pemain yang sekarang mencoba lolos ke Rusia, kalau mereka berhasil, mereka adalah pemain yang pantas bermain di turnamen itu. Jadi keputusanku sudah final,” bebernya.

Kini Wazza mencoba menjadi seorang suporter sejati untuk negaranya usai mengabdi sebagai penyerang The Three Lions sekaligus kapten tim.

“Aku akan menonton sebagai seorang suporter. Aku sudah menjelaskan di sepanjang karierku bahwa aku mencintai Inggris dan aku ingin Inggris tampil bagus dan hal tersebut akan terus begitu, meskipun aku tidak bermain,” urainya.

Saat Isco Disebut Lebih Hebat dari Messi

Italia dipermalukan Spanyol belum lama ini. Gelandang Isco Alarcon menunjukkan kehebatannya pada laga itu dengan permainan ajaib dan dua golnya di ajang menyambut Piala dunia 2018 itu.

Pergerakan playamaker Real Madrid ini terbilang menggila di laga itu. Bahkan jangkar jangkar berserta bek Italia sangat kerepotan lewat pergerakan eks pemain Malaga.

Bahkan bintang Italia yang bermain untuk PSG, Marco Verratti menyebut permainan Isco malam itu melewati Messi.

Saat Isco Disebut Lebih Hebat dari Messi

Verratti adalah playmaker yang cukup ditaklukkan seperti tanpa perlawanan oleh Isco sebagaimana dilansir ESPN. “Saya sangat menderita melawan Isco,” ungkap pemain Pescara.

“Saya terkejut dengan performanya. Bahkan Messi sekalipun tak mendekati levelnya itu,” tambahnya.

“Ketika saya melihat nutmeg-nya itu, saya justru merasa ingin bangun dan turut bertepuk tangan,” urainya.

Jorge Lorenzo Bakal Bantu Dovizioso

Sisa enam seri lagi MotoGP 2017 akan berakhir. Andrea Dovizioso kini menempati pemuncak klasemen sementara.

Melihat peluang rekannya meraih gelar juara dunia, Jorge Lorenzo pun siap membantu. Dovi memang butuh bantuan dari semua pihak untuk menjaga keunggulannya, apalagi ada ancaman besar dari Marc Marquez dan duo Movistar Yamaha.

“Kami belum berbicara soal ini. Tapi saya pikir kami harus mengevaluasi ini, tentu saja jika saya punya kesempatan untuk menang, saya akan berusaha mendapatkannya,” ungkap Lorenzo.

Lorenzo, Motogp

X-Fuera mengaku puas dengan performa Desmosedici GP17, apalagi setelah GP Austria. Ia mulai mencoba mengubah gaya balap untuk mendapat hasil maksimal.

“Aku sedikit mengubah cara membalapku kali ini, terutama dengan tarikan gasnya untuk menciptakan putaran yang lebih sedikit dan menjaga ketahanan ban lebih lama. Ini adalah satu-satunya hal yang berubah. Dan pada akhirnya aku sedikit memahami cara untuk menjaga daya tahan ban,” tuturnya.

Terakhir di GP Inggris, Lorenzo bisa finis di posisi kelima. Ia berharap bisa semakin kompetitif.

“Tentu saja ini adalah apa yang kuinginkan, tapi yang pertama aku perlu mendapatkan podium lebih banyak dan kalau kami bisa memenangi satu balapan maka tentu saja dengan hasil ini kami bisa menuju musim depan dengan lebih baik pula,” tukasnya.

Marquez Raja Engine Break

Marc Marquez gagal finis di Sirkuit Silverstone karena masalah mesin motornya. Sebelum itu, dalam gelaran MotoGP Inggris, Si Baby Alien memperlihatkan cara balap yang baru.

Jika sebelumnya, Marquez dikenal sebagai rider agresif, ia juga punya teknik tinggi. Beberapa kali kamera mendapati Marquez menikung menggunakan sikutnya.

Tak cuma lutut, Marquez menggunakan sikut tangannya untuk menahan motor karena kemiringan saat menikung. Engine break juga menjadi keandalannya dalam balapan.

Mayoritas pembalap menikung bisa sampai kemiringan 63 derajat. Namun dengan cara itu, Marquez bisa lebih menikung tajam dengan sudut yang sempit.

Cara ini pernah dipopulerkan oleh Kevin Schwantz pada era 90’an. Tapi Marquez melakukannya secara ekstrem.

“Saya teringat ketika pertama kali melakukannya. Itu sangat mengerikan. Bagi saya dia lebih gila,” kata Schwantz.

Marquez merupakan pembalap yang jarang menurunkan gigi rendah saat melahap tikungan. Tak seperti pembalap lainnya, ia memang menggodok kelebihannya itu dengan berbagai cara.

Marquez memperlihatkan teknik barunya di Silverstone untuk memperlambat laju motor di tikungan. Marquez terlihat menurunkan kaki ke aspal untuk membantu pengereman dari 230 km/jam hingga 75 km/jam.

“Sometimes you need help braking from 230 km/h to 75 km/h!!!” tulis akun MotoGP

Sometimes you need help braking from 230 km/h to 75 km/h!!!

Relive the #BritishGP OnDemand with VideoPass:
https://t.co/1bVU4LVbMq pic.twitter.com/WH6b8IjmIL

— MotoGP™ (@MotoGP) August 28, 2017

Putra President Donald Trump Bergabung Di Klub Dc Unite Milik Erick Thohir

Putra President Donald Trump Bergabung Di Klub Dc Unite Milik Erick ThohirPutra President Donald Trump Bergabung Di Klub Dc Unite Milik Erick Thohir – Klub sepakbola milik Erick Thohir, DC United, jadi buah bibir di kancah sepak bola Amerika Serikat (AS). Barron Trump, anak Presiden AS Donald Trump, akan memperkuat DC United U-12 di kompetisi usia muda. Hal ini tentu menjadi kehormatan tersendiri buat DC United.

Barron, 11 tahun, yang merupakan satu-satunya anak Trump dengan Ibu Negara Melania Trump, terdaftar sebagai pemain tengah dengan nomor punggung 81 di klub yang sebagian sahamnya dimiliki pengusaha Indonesia, Erick Thohir. Sebelumnya, Barron sudah tampil dalam empat pertandingan musim ini untuk tim tersebut dalam program Akademi Pengembangan Sepak Bola AS.

Kabar bergabungnya Barron di DC United diketahui setelah seorang reporter sepakbola muda mengunggah melalui akun Twitter miliknya. Dia menyatakan bahwa Barron berada dalam daftar anggota keluarga klub DC United. “Teman-teman, @travismclark baru saja memberikan pesan teks kepada saya dan ini bukan lelucon: Barron Trump sedang bermain di RFK besok. Tidak benar-benar. Serius. Tidak bercanda.,” demikian unggahan Maurer, seperti dilansir dari New York Post, Sabtu (23/9/2017).

Pemain belia itu dijadwalkan bermain untuk tim DC United U-12 pada saat menghadapi PAClassic U-12 di RFK Field di Washington pada Sabtu (23/9/2017) waktu setempat. DC United saat ini tengah membangun stadion senilai 500 juta dolar AS yang rencananya akan dibuka pada 2018 mendatang. Klub DC United sendiri sudah ada sejak tahun 1996 dan salah satu tim tersukses di Negeri Paman Sam dengan 13 gelar baik domestik maupun internasional.

Tim berjuluk Hitam-Merah ini telah memenangi Piala MLS sebanyak empat kali di tahun 1996, 1997, 1999 dan 2004. Selain itu mereka menjuarai Supporters Shield tahun 1997, 1999, 2006 dan 2007 dan Kejuaraan AS Terbuka Lamar Hunt tiga kali yaitu tahun 1996, 2008 dan 2013. “Merupakan sebuah kebanggaan bahwa akhirnya kami bisa menghadirkan stadion baru bagi para fans DC United. Dirancang dengan berbagai fasilitas pendukung seperti hotel, retail dan ruang publik, Audi Field juga dapat digunakan untuk cabang olahraga lain, kegiatan entertainment dan aktivitas komunitas,” ujar Erick Thohir, saat peletakan batu pertama pembangunan stadion itu, 27 Februari 2017 lalu. “Audi Field diharapkan menjadi tempat destinasi sepanjang tahun bagi para pengunjung. Kami juga berkoordinasi dengan kedutaan besar Republik Indonesia, tentu dengan tujuan ke depannya agar tempat ini bisa di pakai untuk promosi kebudayaan dan parawisata guna memperkenalkan Indonesia di Amerika,” tuturnya lagi.