Perusahaan Money Changer yang Terseret Pusaran Judi Online

Perusahaan money changer PT SIV terseret pusaran judiĀ pokerrepublik online. Setelah diadili, Dirut PT SIV Achmad Hakim (72) dihukum 120 hari penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut).

PT SIV mendapat izin dari Bank Indonesia (BI) pada 2007 untuk kantor di Jalan Samanhudi, Jakarta. Di kantor itu dikelola oleh dirinya sebagai dirut dan kedua anaknya sebagai komisaris dan direktur.

“Terdakwa mengakui bahwa kemungkinan ada sebagian kecil uang hasil perjudian yang masuk ke rekening terdakwa untuk membeli valas,” kata Achmad Hakim sebagaimana tertuang dalam putusan PN Jakut yang dilansir di website Mahkamah Agung (MA), Senin (10/11/2014).

Achmad Hakim lalu membuka kantor keduanya di Jalan Batu Tulis Raya dengan jumlah karyawan sebanyak 10 orang. Di kantor yang belum memiliki izin resmi itu juga digunakan untuk mess karyawan.

“Transaksi dalam satu bulan kurang lebih US $ 1 juta,” kata Achmad Hakim tanpa bisa menunjukan bukti transaksi tersebut.

Kepada majelis, Achamd Hakim mengaku tidak mengetahui pasti perjudian yang dituduhkannya. Lalu lintas uang di perusahannya dilakukan dengan cara transfer. Sebagai dirut, Achmad Hakim mengaku mendapat gaji tidak tetap tiap bulannya yaitu sekitar Rp 6 jutaan. Adapun karyawannya mendapat gaji tetap Rp 300 ribu dan mendapat upah tambahan tergantung shift dan seorang karyawan bisa membawa pulang sekitar Rp 10 juta per bulan.

PT VIS digerebek oleh tim penyidik dari Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri pada 25 Mei 2014. Turut diamankan pula karyawan PT SIV yaitu Stefanus Rocky, Marvin Tanjung, Fernandez, Judianto, April Yanti. Untuk lima karyawannya, PN Jakut menjatuhkan hukuman 50 hari penjara.

Perusahaan judi online ini berlangsung di www.mansion88.com yang berpusat di Filipina. Di kasus ini, dihukum juga pengelola lainnya yaitu Lucas dan Patrick dengan hukuman 4 bulan penjara.