Suara Pembaruan dan Seputar Indonesia Jadi Saksi

Sidang gugatan Raymond Teddy H, pria yang masih berstatus tersangka kasus perjudian poker terpercaya di Hotel Sultan tahun 2008, berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang masih mengagendakan keterangan saksi fakta dari wartawan.

Harian Suara Pembaruan (SP) dan Seputar Indonesia (Sindo) bersaksi untuk Detikcom dan Republika Online. Keduanya memberikan kesaksian seputar pemberitaan RM akhir Oktober 2008. Kala itu, RM ditulis sebagai bandar judi dengan sumber dari Mabes Polri.

\\\”Saya sudah mencoba konfirmasi ke RM. Tetapi kesulitan karena akses terbatas. Status RM tersangka buron jadi sulit,\\\” kata saksi dari SP, Gardi Gagarin di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera, Jakarta, Rabu (14\/4\/2010).

Nama RM dikeluarkan oleh Humas Mabes Polri. Dalam rilis yang diterima wartawan saat itu, inisial RM merupakan salah satu tersangka penjudi di Hotel Sultan. Selain RM, dibekuk pula 14 orang bersama alat bukti lengkap. Hanya saja, berbagai media menyebut nama panjang RM setelah mendapat konfirmasi dari polisi. Penyebutan itu yang membuat RM gerah dan menggugat 7 media.

\\\”Awalnya hanya RM. Kemudian saya tanya ke Wadir I Kombes Bahtiar Hamzah dan dibenarkan Kadiv Humas Abu Bakar, bahwa benar itu,\\\” imbuhnya.

Kesaksian serupa dibenarkan oleh Helmy Syarif dari Sindo. Menurutnya, penyebutan nama panjang RM setelah memperoleh konfirmasi dari pejabat berwenang. Kalaupun RM keberatan dikemudian hari, belum pernah ada hak jawab yang dilontarkan.

Sementara itu, status RM saat ini masih tersangka pada kasus judi Hotel Sultan. Pihak kejaksaan belum menghentikan kasus, sementara polisi belum menahan tersangka karena dianggap tidak akan melarikan diri.

\\\”Masih tsk (tersangka-red). Status tidak ditahan diperpanjang karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun dan tidak mencoba melarikan diri,\\\” tulis Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes Pol Zainuri Lubis kepada wartawan.