Marquez Berharap Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP

Marc Marquez dan Dani Pedrosa kembali mengunjungi Indonesia. Usai MotoGP Jepang, dua rider Repsol Honda itu menyapa fansnya di kawasan Tangerang.

Di sela-sela berbagai acara yang digelar di Astra Biz Center itu, Marquez sempat mendapatkan pertanyaan dari awak media. Ketika itu, ia disinggung mengenai penyelenggaraan MotoGP Indonesia.

“Indonesia memiliki basis penggemar MotoGP terbesar di dunia. Tentu membalap di sini bakal menjadi sesuatu yang berbeda, ” ujar Marquez.

marquez

Si Baby Alien mengaku bakal senang salah satu seri balapan digelar di sini. Apalagi Thailand musim depan juga menjadi salah satu tuan rumah.

“Saya berharap hal itu bisa segera terwujud, seperti kita tahu musim depan Thailand juga bakal menghelat MotoGP,” tuturnya.

Sejauh ini, masalah utama Indonesia adalah sirkuit. Meski ambisi untuk membangun sirkuit sangat besar, namun sejauh ini belum menuai hasil.

Kesempatan Indonesia untuk melihat Marc Marquez berlaga pada ajang MotoGP sejatinya masih terbuka lebar. Dorna berencana kembali menambah jumlah venue menjadi 20 pada MotoGP 2018.

Idolakan Rossi, Zarco Ingin Jadi Penggantinya di Yamaha

Pembalap Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco mengaku mengidolakan rider Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi. Namun ia ingin sekali menggantikan The Doctor di tim pabrikan.

Sebagai seorang pembalap, tekad untuk membela tim pabrikan jelas selalu ada dalam diri Zarco. Ia pun berharap saat Rossi pensiun Yamaha mengontraknya.

“Rider favorit saya adalah Vale, saya suka semua rider Italia. Menyenangkan bisa bertarung dengan Vale, meski sungguh menguras mental. Ia adalah rider hebat dan bertarung dengannya tak pernah mudah, dan selalu menarik perhatian, karena orang-orang selalu mengajukan banyak pertanyaan kepada Anda,” ujarnya.

Zarco mengaku siap tampil lebih baik lagi agar Yamaha tertarik kepadanya. Apalagi kontrak Rossi juga berakhir akhir musim depan.

“Saya berharap menjadi rider penggantinya jika ia memutuskan pensiun. Tentu saya ingin mengambil alih tempatnya, tapi saya harus layak mendapat kesempatan ini. Jadi tahun ini adalah tahun penentu dan sangat penting. Jika saya mampu bertarung dengan para rider terbaik dan selalu memperebutkan podium, saya yakin bisa naik ke tim pabrikan Yamaha,” pungkasnya.

Zarco pernah terlibat perselisihan dengan Rossi ketika overtaking yang dilakukannya dianggap merugikan. Rossi pun sempat diganjar penalti karena dianggap membahayakan Zarco.

Posisi Marquez, Dovizioso Dan Vinales

Hanya lima sisa seri MotoGP 2017. Oleh tiga rider di papan teratas, Marc Marquez, Andrea Dovizioso dan Maverick Vinales, lima balapan itu dianggap sebagai final.

Marquez masih memimpin saat melakoni latihan bebas hari pertama di Sirkuit Aragon. Rider asal Spanyol tesebut mencatatkan waktu terbaik 2 menit 01,243 detik.

Sementara Dovizioso tertinggal cukup jauh di posisi 10. Tapi lebih parah lagi Vinales, karena ia harus puas menempati tempat ke-20 dalam latihan bebas pertama itu.

Pada latihan bebas kedua, posisi Marquez melorot ke posisi empat. Sementara Dovizioso masih harus berjuang lebih keras meski posisinya berada di tempat kedelapan.

Posisi Marquez, Dovizioso Dan Vinales

Lagi-lagi sulit bagi Vinales karena ia hanya bisa finis di posisi ke-17.

“Sungguh sulit, jujur saja saya benar-benar frustrasi. Di Misano, kami membuat kemajuan yang sangat signifikan dengan motor di lintasan basah. Perasaan saya juga sangat baik terutama pada bagian depan. Namun, di sini sangat sulit untuk berada di atas motor,” kata Vinales.

Meski demikian, Vinales yakin timnya akan mencari jawaban atas kesulitan yang dialaminya pada sesi latihan bebas. Vinales yakin bisa memberikan penampilan terbaik di sesi kualifikasi.

“Kami akan mencoba untuk memperbaikinya dan mencoba sejumlah hal berbeda sehingga setelan motor bisa bekerja,” tegasnya.

Rossi Sudah Siap Balapan Di Aragon?

Pemulihan cedera Valentino Rossi dikabarkan berlangsung lebih cepat daripada perkiraan dokter. The Doctor bahkan dijadwalkan menjalani tes privat di Sirkuit Misano untuk mengevaluasi kemungkinan comeback pada MotoGP Aragon.

Rossi dikabarkan akan turun ke lintasan di Misano Senin (18/9). Jika merasa mampu menggeber motor dengan baik dan merasakan feeling yang nyaman, Rossi bakal turun di Aragon.

Pemulihan cedera Rossi berlangsung di luar perkiraan karena berkembang cukup cepat. Sejauh ini Rossi bahkan sudah mampu menyetir mobil.

Rossi Sudah Siap Balapan Di Aragon?

Padahal dokter memperkirakan Rossi butuh memulihkan diri selama sekitar 30 hingga 40 hari sebelum bisa kembali ke lintasan. Rossi pernah mengalami cedera serupa pada 2010 dan butuh beristirahat selama 40 hari.

Sementara, di MotoGP Aragon, Movistar Yamaha sebelumnya telah menunjuk pembalap pengganti. Pilihan itu jatuh kepada rider Belanda, Van der Mark.

Rossi mengalami kecelakaan ketika latihan menggunakan motocross. Gara-gara itu, ia harus absen saat balapan di San Marino. Rossi pun kini tertinggal 42 poin dari Marc Marquez dan Andrea Dovizioso yang mengoleksi 199 poin yang sama.

Marquez Raja Engine Break

Marc Marquez gagal finis di Sirkuit Silverstone karena masalah mesin motornya. Sebelum itu, dalam gelaran MotoGP Inggris, Si Baby Alien memperlihatkan cara balap yang baru.

Jika sebelumnya, Marquez dikenal sebagai rider agresif, ia juga punya teknik tinggi. Beberapa kali kamera mendapati Marquez menikung menggunakan sikutnya.

Tak cuma lutut, Marquez menggunakan sikut tangannya untuk menahan motor karena kemiringan saat menikung. Engine break juga menjadi keandalannya dalam balapan.

Mayoritas pembalap menikung bisa sampai kemiringan 63 derajat. Namun dengan cara itu, Marquez bisa lebih menikung tajam dengan sudut yang sempit.

Cara ini pernah dipopulerkan oleh Kevin Schwantz pada era 90’an. Tapi Marquez melakukannya secara ekstrem.

“Saya teringat ketika pertama kali melakukannya. Itu sangat mengerikan. Bagi saya dia lebih gila,” kata Schwantz.

Marquez merupakan pembalap yang jarang menurunkan gigi rendah saat melahap tikungan. Tak seperti pembalap lainnya, ia memang menggodok kelebihannya itu dengan berbagai cara.

Marquez memperlihatkan teknik barunya di Silverstone untuk memperlambat laju motor di tikungan. Marquez terlihat menurunkan kaki ke aspal untuk membantu pengereman dari 230 km/jam hingga 75 km/jam.

“Sometimes you need help braking from 230 km/h to 75 km/h!!!” tulis akun MotoGP

Sometimes you need help braking from 230 km/h to 75 km/h!!!

Relive the #BritishGP OnDemand with VideoPass:
https://t.co/1bVU4LVbMq pic.twitter.com/WH6b8IjmIL

— MotoGP™ (@MotoGP) August 28, 2017