Motor ‘Logan’ BMW R100R Racer

ER Motorcycle telah menghasilkan banyak karya yang bersih, modern yang menggunakan motor klasik sejak didirikan pada 2009. Motor terbaru mereka adalah BMW R100 1993 yang diberi nama ‘Logan’.

Motor tersebut milik Jan Mursak yang merupakan pemain hoki profesional. Tapi tak mengherenkan jika ER berhasil menjemput klien seperti Jan.

bmw

Mereka telah mengibarkan bendera istimewa di kawasan Slovenia selama beberapa tahun terakhir. Mereka bahkan mengkhususkan diri pada ultra-clean yang menjadi sebuah tren.

“Tujuan kami adalah untuk mencapai penampilan luar yang berbeda dengan tampilan scrambler,” kata Blaz Sustarsic, orang yang memimpin ER.

Untuk itu, hal pertama yang harus diubah adalah tangki bahan bakar. Mereka menggantinya dengan milik Yamaha XJR1200.

“Ada beberapa penyesuaian di bagian belakang. Ini menjadikan motor lebih lebar dan panjang saat melihatnya dari atas dan samping,” tutur ER.

bmw

Pada bagian belakang, subframe telah dimodifikasi dengan tiga panel LED terintegrasi pada buntutnya. Tapi untuk memisahkan motor dari scrambler, BMW punya front end yang berbeda.

“Saya ingin menghindari bentuk lampu bulat klasik dari motor lain. Saya ingin sesuatu yang lebih modern,” katanya.

Itu merupakan lampu milik Ducati XDiavel yang menjadi pilihan sempurna. Sementara up side down juga memakai milik Ducati 848 dengan cakram 320mm kembar yang dipasangkan dengan kaliper Brembo.

Kawasaki W650 Sprinter Yang Bertenaga NOS

Ini mungkin punya gaya retro yang tanpa noda, tapi lo tak bakal memilih Kawasaki W650 untuk kinerjanya. Dengan 50 tenaga kuda, ini adalah runabout yang cukup menyenangkan.

Tak ada yang peduli dengan Tom Thoring dari Schlachtwerk. Setiap kali membangun W650, dia menemukan cara baru dan kreatif untuk mendapatkan lebih banyak kebaikan dari kembar paralel stroke.

Kawasaki W650 Sprinter Yang Bertenaga NOS

Tommy membangun motor tersebut untuk seorang teman dari Frankfrut. Dia menyukai seri sprint dan terinspirasi dari balapan tersebut.

“Saya harus mengubah keseluruhan sistem hingga sandaran kaki karena untuk sensor saya membutuh mengintegrasikannya,” kata Tommy.

Lalu ada tambahan NOS yang dipasangkan oleh Tommy. Ia juga memasang modul pengapian yang dianggap lebih mudah, meski nozel di antara karbohidrat dan mesin jauh lebih rumit.

“Setelah mempersenjatai sistem, sinyal awal untuk daya ekstra adalah sensor throttle terbuka lebar,” tuturnya.

Tommy hampir tak membuat perubahan pada sisi chassis, kecuali merevisi bagian belakangnya saja. Sebagai gantinya, dia mengalihkan perhatian pada titik lemah yaitu suspensi dan pengereman.

Kawasaki W650 Sprinter Yang Bertenaga NOS

Ujung depan memakai up side down Yamaha R1. Sementara swing arm dibuat dari aluminium 90mm lebih panjang dari pada bawaan pabrik dengan penyesuaian 80mm untuk beralih antara geometri balapan dan jalanan. Shock belakang memakai sepasang YSS.

Sedangkan untuk pengereman, Tommy memasang caliper Suzuki GSX-R1000 dengan cakram 320mm Pro dan Master Magura HC1. Bagian belakang telah dikonversi dari drum ke cakram dengan caliper dua piston Brembo.

Ducati Hypermotard Jadi Cafe Racer Handmade

Ada kecenderungan ke arah kontemporer dalam gaya modifikasi sekarang. Kami melihatnya melalui hasil karya seperti Auto Fabrica, JvB-Moto dan Vagabund.

Tapi Ducati buatan Swiss ini adalah pengingat yang meyakinkan bahwa kerajinan oldschool masih bisa hidup dan dapat ditemukan di lokasi yang paling tak terduga.

Pimpinan mekanik Adrian Frommherz telah mengerjakan motor sejak berusia lima tahun. Di Be Unique dia bergabung dengan satu tim yang ahli di bidangnya masing-masing.

Ducati Hypermotard Jadi Cafe Racer Handmade

Jadi di mana asal muasal modifikasi yang tak biasa ini berasal? Ini merupakan hasil dari Tresor Contemporary Craft, sebuah pameran di Basel yang mempromosikan teknik dan desain tradisional dari abad ke-21.

Motor ini bisa menjelaskan tampilan kasar dari Hypermotard. Tak cuma itu, ada juga sisa las-lasan yang sangat terlihat jelas di beberapa bagian.

“Kami sengaja membuat finishing seperti logam. Motor ini sudah didesain tanpa komputer. Kami mendapat inspirasi dari mobil balap tua, pesawat terbang dan kapal,” katanya.

Ducati Hypermotard Jadi Cafe Racer Handmade

Bodywork memang mengisyaratkan apa yang dilakukan oleh mereka. Desain aerodinamis dipersempit untuk menguji kecepatan. Monocoque terbuat juga dari aluminium dan terdiri dari tiga bagian dengan garis yang tegas.

Tak ada teknologi modern dalam motor tersebut saat ini. Semuanya merupakan buatan tangan, seperti yang terjadi 50 tahun yang lalu, termasuk panel kayu mahoni.